Top 10 Google Trik SEO [Close]

Statusmu Harimaumu-Adab Pengkritik dan Pendengar

Statusmu Harimaumu-Adab Pengkritik dan Pendengar. Menyikapi maraknya tayangan di media (salah tiganya kasus status twitter Luna Maya, Bank Century, Antasari Azhar) yang sadar tak sadar menampilkan “beberapa” perilaku,perkataan, tulisan yang kurang mendidik ada baiknya kita kembalikan pada hati nurani kita masing-masing karena hati nurani akan menemukan kebenaran itu sendiri. Pasalnya tidak ada manusia yang benar-benar “betul” 100 % dan tidak ada yang betul-betul “salah” 100% “pasti ada api sebelum asap” ada hukum causalitas alias sebab akibat mengapa seseorang terpicu melakukan hal yang tidak semestinya.

Mari kita kembalikan pada  diri kita masing-masing dengan merujuk pada jiwa spiritual yang fitrah karunia Allah agar setiap masalah yang dialami justru menjadi hikmah dan barakah bukan sebaliknya menjadi-jadi bertambah menjadi adzab bila kita tidak “segera” menyadarinya. Berikut nasehat ttg pengkritik dan pendengar dari Ulama Spiritual dan Tasawuf Imam Al-Ghazali yang seperti biasanya beliau mampu menggali akar permasalahan yang paling mendasar, pembahasan yang orisinal dan menukik pada substansi hakikat sebenarnya yang pada akhirnya mampu membangkitkan kebenaran sejati dalam spiritual kita yang selama ini terlupakan.

Adab Pemberi Nasihat/Pengkritik:

  • Adab pemberi nasihat di antaranya adalah senantiasa menghindari sikap takabur dan memelihara rasa malu kepada Tuhan-nya.9
  • Senantiasa menampakkan pengharapan kepada Sang Pencipta dan berkeinginan memberi “manfaat” kepada para pendengarnya.
  • Mengoreksi diri untuk mengetahui aib dirinya sendiri.
  • Memandang pendengar dengan pandangan kebenaran,
  • Berbaik sangka kepada mereka dengan pandangan batin agama, dan tidak berharap pada mereka untuk memberi perlindungan.
  • Mengasihi pemula dengan pendidikan dan menyayangi mereka.
  • Meyakini bahwa dirinya dapat melaksanakan ucapannya, agar orang lain juga dapat mengambil “manfaat” dari yang dia katakan.

Adab Pendengar:

  • Seorang pendengar semestinya senantiasa menampakkan kekhusyukan dan memelihara ketundukan.
  • Menjernihkan hati dan berbaik sangka.
  • Meyakini ucapan dan membiasakan diam.
  • Tidak banyak bertingkah dan senantiasa memusatkan perhatian.
  • Menghindari tuduhan/fitnah.

Baca baik-baik dengan mata kepala dan mata hati spiritual anda dengan kejernihan, turunkan nafas emosi anda, sadarlah masalah yang diturunkan Allah ada hikmah dan barakah di baliknya. Mengapa harus ngotot membela diri sementara Tuhan sedang mengikis kotoran dalam diri anda, syukuri saja dan nikmati masalah itu dengan anggukan kesadaran spiritual.

Astaghfirullah…Astaghfirullah…Astaghfirullah adalah kata yang indah dan disukai dilangit sana, Tuhan dan Malaikat langitpun tersenyum pada anda sembari menyiapkan berita gembira dan kenikmatan “setelah” masalah-masalah tersebut yang segera anda akui kesalahannya.

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah:155)

“Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.” (As Sajdah:15)

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan[277], yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (An Nisaa’:17)

“Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.” (Al Israa’:28)

“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.” (An Nisaa’:63)

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik[1249] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya[1250]. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.”

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil." (Al Qashash:55)

“yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. ” (Az Zumar:18)

“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. ” (Al Israa’:53)

“Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.” (Al Mu’minuun:81)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (An Nahl:125)

Wallahu ‘alam

Moga manfaat

 

9.   Yakni, merasa takut kepada Allah Azza wa Jalla. Dia berbuat sesuatu yang rendah untuk dirinya, lalu mengagungkan Tuhannya.

Telah diriwayatkan bahwa seorang penasihat datang dalam mimpi sesudah kematiannya. Dia ditanya, "Apa yang Allah perbuat pada diri Anda?" Dia menjawab, "Dia menghadapkanku ke hadapan-Nya, lalu bertanya, ‘Engkaukah yang menasihati manusia tetapi tidak menasihati dirirnu sendiri?’ Aku menjawab, ‘Namun, wahai Pelindungku, aku mulai menasihati diriku dan mengakhirinya dengan menyampaikan shalawat kepada nabi-Mu.’ Dia akhirnya memaafkanku."

[277]. Maksudnya ialah:
1. Orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan lebih dahulu.
2. Orang yang durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak.
3. Orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.

[1249]. Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa perkataan yang baik itu ialah Kalimat Tauhid yaitu Laa ilaa ha illallaah; dan ada pula yang mengatakan zikir kepada Allah dan ada pula yang mengatakan semua perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah.

[1250]. Maksudnya ialah bahwa perkataan baik dan amal yang baik itu dinaikkan untuk diterima dan diberi-Nya pahala.

Related posts:

  1. Laki-laki Seperti Kerang Wanita Seperti Linggis
  2. Lailatul Qadar Kajian Metafisika

6 comments to Statusmu Harimaumu-Adab Pengkritik dan Pendengar

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Rahasia Top 10 Google
Naik Haji Dengan Mudah dan Barakah