By Budi, on August 21st, 2010,
Sahur Ramadhan Yang Menggoda Lentik
Kutaburkan serbuk2 kopi yg semerbak mewangi berjatuhan gemericik pada dasar gelas plastik yg antik tatkala hendak kutuangkan gemercik air panas pemberian warung free sekantung plastik tiba-tiba nun jauuuh disela2 tingginya gedung pencakar langit jakarta yang eksotik adzan semilir sayup-sayup [...] Baca selengkapnya >> Sahur Yang Menggoda Lentik

Loading ...
By Budi, on August 14th, 2010,
PUISI SAHUR
sahuuuur..sahuuur jgn lupa makan sayur agar kekuatan tumbuh subur tahajudpun bisa lembur jgn byk ngelindur di bulan yg makmur amalan dilipatgandakan berkahi umur moga kita menjadi hamba yang selalu bertafakur

Loading ...
By Budi, on June 26th, 2010,
Lain ladang lain ikannya, lain orang lain juga pemikirannya.1003 cara bisa diekspresikan utk menyikapi video mesum mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari. Puisi Penyair kondang Taufik Ismail dengan kompleksnya menuangkan peta moral bangsa yang semakin terpuruk . Pada acara seruan penghapusan pornografi “Deklarasi Menteng” di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jakarta, Jumat [...] Baca selengkapnya >> Puisi Taufik Ismail Untuk Ariel Peterpan dan Luna Maya

Loading ...
By Budi, on March 5th, 2010,
Kala dirimu istiqomah menyindir
awalnya sang hati sempit melintir
urat kepala tegang getir
darah muda menggelegak banjir
laksana di sambar petir
mata merah nafas terengah dan wajah buruk menyengir
Namun…
Tatkala

Loading ...
By Budi, on March 2nd, 2010,
Perbedaan adalah rahmat memaksakan pendapat adalah kiamat
Teori saja berakibat sempit wawasan sebab akibat Pengalamanlah yg menajamkan ruh spiritual kesimpulan sebuah teori yg didebat
ibarat tubuh tanpa ruh, laksana mayat begitulah kiranya "tahu tanpa faham" konteks masalah yg tersirat
alih-alih [...] Baca selengkapnya >> Puisi Debat Rahmat

Loading ...
By Budi, on January 17th, 2010,
Puisi ini dikarang oleh Inayah Wahid putri dari Gus Dur, bukti kedalaman kecintaan seorang anak pada ayahnya dan dibacakan usai acara tahlilan hari ke-7 Gus Dur. Puisi indah yang bernuansa spiritual dan polos dan sayang sekali untuk dilewatkan moga menginspirasi.

Loading ...
By Budi, on May 29th, 2009,
Terbang eksotis…Singgah romantis…lalu pergi meninggalkan kerinduan mendalam….
oh bidadariku bilakah lagi kita bersua…
ku nantikan persinggahan terakhirmu di bandara lubuk hatiku
tulang rusuk kiriku bergetar memimpikanmu…
atau haruskah menyusulmu dengan keterbatasan kepakan sayap-sayap kecil kefaqiranku…
Ya Rabb..laa tadzarni fardan wa Anta khairul waaritsin…paling tidak kirimkan copy-paste nya ke dunia ini
Ya Rabb…

Loading ...
Curhat