Kala dirimu istiqomah menyindir
awalnya sang hati sempit melintir
urat kepala tegang getir
darah muda menggelegak banjir
laksana di sambar petir
mata merah nafas terengah dan wajah buruk menyengir
Namun…
Tatkala
|
|||||
|
Kala dirimu istiqomah menyindir awalnya sang hati sempit melintir urat kepala tegang getir darah muda menggelegak banjir laksana di sambar petir mata merah nafas terengah dan wajah buruk menyengir Namun… Tatkala Perbedaan adalah rahmat memaksakan pendapat adalah kiamat Teori saja berakibat sempit wawasan sebab akibat Pengalamanlah yg menajamkan ruh spiritual kesimpulan sebuah teori yg didebat ibarat tubuh tanpa ruh, laksana mayat begitulah kiranya "tahu tanpa faham" konteks masalah yg tersirat alih-alih [...] Puisi ini dikarang oleh Inayah Wahid putri dari Gus Dur, bukti kedalaman kecintaan seorang anak pada ayahnya dan dibacakan usai acara tahlilan hari ke-7 Gus Dur. Puisi indah yang bernuansa spiritual dan polos dan sayang sekali untuk dilewatkan moga menginspirasi. Terbang eksotis…Singgah romantis…lalu pergi meninggalkan kerinduan mendalam…. oh bidadariku bilakah lagi kita bersua… ku nantikan persinggahan terakhirmu di bandara lubuk hatiku tulang rusuk kiriku bergetar memimpikanmu… atau haruskah menyusulmu dengan keterbatasan kepakan sayap-sayap kecil kefaqiranku… Ya Rabb..laa tadzarni fardan wa Anta khairul waaritsin…paling tidak kirimkan copy-paste nya ke dunia ini Ya Rabb… Apa kabar CINTA? Cerita Indah Nan Tiada Akhirnya Apa kabar malam? karena mu suasana menjadi bgt romantis menyapa Apa kabar siang? gerah yg menerpa membuat q ingin menatap senyum maniez mempesona diwajahnya |
|||||
|
|
|||||
Recent Comments